Asuransi Jiwa? Perlu gak sih?

Asuransi mobil?

Tentu punya, di Jakarta kalau tidak punya asuransi mobil bisa bahaya

Asuransi rumah?

Tentu punya, karena beli rumah dengan KPR, bank mewajibkan asuransi rumah.

Asuransi kesehatan?

Sudah ditanggung oleh kantor, aman

Asuransi jiwa ?

Perlu memang punya asuransi jiwa? Sepertinya kok, mendahului takdir ya.
Umur kan yang mengatur Tuhan.

Apakah Anda familiar dengan pernyataan di atas?




Bagi sebagian orang memiliki asuransi mobil, rumah, dan kesehatan sudah menjadi kewajiban. Harus memiliki. Namun sayangnya, asuransi jiwa masih menjadi prioritas terakhir. Padahal kalau kita bandingkan, antara mobil dan pasangan hidup, kan lebih penting pasangan hidup kita yang menafkahi ya?

Banyak orang merasa memiliki asuransi jiwa, seperti menyalahi takdir, atau mendoakan yang buruk. Istri membeli asuransi jiwa atas suami, apakah berarti sang istri mendoakan agar suami meninggal? Kemudian mendapatkan uang apabila sang suami meninggal dunia? Tentu tidak.

Mari kita ubah paradigma di atas.


Mengapa asuransi jiwa sangat penting?

Karena sebenarnya asuransi jiwa bukan untuk mengover jiwa, tapi untuk mengover income yang hilang apabila pencari nafkah utama meninggal dunia. Hal ini menjadi sangat penting agar keluarga yang ditinggalkan masih dapat bertahan hidup. Kehilangan seseorang yang sangat dicintai akan memengaruhi kondisi emosional, jangan ditambah lagi dengan kondisi keuangan yang hancur lebur.

Siapa yang wajib memiliki asuransi jiwa?

Wajib hanya bagi orang yang menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga, atau untuk Anda yang secara finansial memiliki tanggungan.

Anda yang masih single, kondisi ekonomi orang tua dalam keadaan baik, tidak menanggung siapa pun — tidak perlu membeli asuransi jiwa.

Anda yang sudah menikah, belum memiliki anak, pasangan memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang cukup untuk menghidupi diri sendiri — belum perlu asuransi jiwa
Anda adalah seorang ibu rumah tangga, memiliki anak, tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan — tidak perlu asuransi jiwa

Secara prinsip dasar dari jenis asuransi jiwa, apa saja jenis dari asji itu?

1. Term life , coverage asuransi jiwa dengan jangka waktu tertentu (5-10-15-20 tahun)
2. Whole life, coverage asuransi jiwa sampai dengan usia 99 tahun
3. Endowment, coverage asuransi jiwa dengan jangka waktu tertentu

Saat ini di pasaran, banyak jenis asuransi yang dijual. Manakah yg dipilih?

Semua orang yang menjual produk, pasti akan bilang produk nya yang paling bagus. Wajar, maka kita lah sebagai konsumen yang harus cerdas memilih. Pilihan untuk asuransi kembali pada kebutuhan kita. Untuk kebutuhan dasar asuransi jiwa, sebaiknya pilih yang jenis nya TERM LIFE, karena dari segi premi lebih rendah, dan jangka waktu nya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. Untuk jenis WHOLE LIFE, hampir semua produk unitlink menggunakan jenis ini, asuransi jiwa digabung dengan investasi. Untuk jenis ENDOWMENT seringkali digabung dengan asuransi pendidikan.

Lebih baik beli produk asuransi yang digabung dengan investasi atau terpisah?

Mari kita kembalikan pada diri kita masing-masing. Kalau kita menghendaki dipisah, apakah kita memiliki waktu untuk memanaged Investasi kita, kan ada Manager Investasi, iya sih berarti double costing donk? Lagipula Rekening 2in1 PRUDENTIAL walaupun gabungan asuransi dan investasi, tapi manfaat asuransinya besarnya tidak jauh berbeda dibanding yang yang murni asuransi.

Bagaimana cara menghitung uang pertanggungan(UP) jiwa yang benar?

Jangan asal membeli produk asuransi, dengan jumlah uang pertanggungan yang tidak sesuai. Seringkali kita bingung, dan akhirnya sang penjual asuransi hanya memperhitungkan UP asal-asal an. Mari kita menjadi pembeli yang cerdas, jangan gampang dipengaruhi oleh penjual. Untuk perhitungan UP sederhana, ada beberapa metode, yaitu :




1. Ideal UP
UP = (jumlah pendapatan bulanan x 12)/ suku bunga
*suku bunga deposito berlaku pada saat ini, contoh pada saat artikel ini di buat : 6%

2. Income replacement based
UP = lama proteksi (thn) x pendapatan bulanan x 12




3. Income value based
UP = jumlah pendapatan bulanan/ (risk free rate/12)

*risk free rate adalah asumsi bunga rendah resiko, bisa ambil asumsi 5% per thn


Semoga setelah membaca artikel ini, kita menjadi lebih cermat dalam memilih produk asuransi jiwa. Dan yang penting mengubah paradigma bahwa asuransi jiwa itu PENTING 

sumber :  Fitriavi Noeriman ST, RFA

No comments:

Post a Comment