Hanya ada 2 pilihan yang terjadi pada seseorang setelah melewati masa muda, yaitu menjadi bertambah tua, atau meninggal sebelum tua. Namun tidak jarang kita mendengar ucapan-ucapan anak-anak muda, “ayo bro, nikmati hidup donk, mumpung masih muda nih, keburu tua tau rasa elo ntar”, atau ucapan seperti ini “mumpung hidup kita masih panjang bro, kapan lagi kita bisa muda kayak gini”. Ucapan-ucapan tersebut secara tidak langsung meyakinkan kita bahwa kita masih memiliki umur yang panjang hingga tua nanti, padahal umur adalah rahasia Allah yang seharusnya membuat kita lebih bisa mengintrospeksi diri kita masing-masing.
Rekan-rekan, semua orang percaya bahwa tua atau meninggal itu pasti akan terjadi. Namun yang sekarang menjadi pertanyaan bagi diri kita adalah sudah sejauh apa persiapan-persiapan yang sudah kita lakukan? Atau sudahkah kita merencanakan persiapan kita? Atau bahkan kita belum melakukan apa-apa masa tua yang akan menyambut kita nanti. Memang sangat benar, yang akan terlebih dahulu mengalami masa itu adalah diri kita, akan tetapi sudahkah kita berfikir bahwa keluarga kita juga akan merasakan dampak atas masa tua kita seperti keberlangsungan hidup keluarga, kondisi finansial, bahkan masa depan anak-anak kita yang pasti akan datang menghampiri cepat ataupun lambat.
Untuk itu betapa pentingnya memanfaatkan masa muda sebaik mungkin untuk mempersiapkan masa tua. Mulailah kita merencanakan banyak hal untuk masa depan kita, dan keluarga kita. Tentunya dengan sebuah perencanaan yang sangat matang, baik perencanaan jasmani, rohani ataupun perencanaan keuangan.
sumber : asuransijiwasyariah

No comments:
Post a Comment