Kaya Sebelum Miskin

Mungkin anda pernah mendengar pernyataan, “Orang miskin dilarang sakit”, memang pernyataan itu sekilas sangat menyindir beberapa dari kita. Tapi bukan itu yang ingin saya bahas di sini. Saya ingin menggarisbawahi arti kata KAYA yang saya yakin setiap orang pasti akan mendambakannya.
Menurut anda, apa itu kaya? Banyak uang kah? Jutaan kah? Milyaran kah? Triliyunan kah? Yah, itulah yang menjadi suatu pedoman sifat kaya yang sedang diburu oleh banyak orang selama ini. Sangat tidak salah memang, karena bagaimanapun kita semua harus kaya. Karena dengan kaya, kita bisa kita bisa memenuhi kebutuhan kita, bisa beribadah dengan tenang, bahkan yang paling menyenangkan adalah kita bisa memberikan rasa kebahagiaan secara maksimal terhadap orang-orang yang kita cintai.

Lantas bagaimana kita bisa memaknai arti ungkapan “KAYA SEBELUM MISKIN”? Tidak jarang pada saat orang memiliki harta yang berkecukupan atau bahkan berlebih, mereka kurang memiliki sifat antisipasi yang cukup untuk memikirkan masalah-masalah yang akan terjadi di masa-masa yang akan datang. Masalah sakit misalkan, banyak sekali jutawan-jutawan ataupun milyuner yang tiba-tiba kekayaannya habis karena terkena serangan sakit kritis yang datang secara mendadak tanpa gejala apapun sebelumnya. Pada saat masa seperti itu datang, kita semua yakin bahwa keluarga akan memperjuangkan berbagai macam cara untuk menyelamatkan salah satu anggota keluarga yang mengalami sakit kritis tersebut. Akan tetapi, pernahkah kita berfikir apabila kondisi itu menimpa pada seorang kepala keluarga yang harus menafkahi keluarganya? Bagaimana kondisi keluarganya jika kekayaannya harus habis untuk membiayainya? Bagaimana nasib masa depan sekolah anak-anaknya? Untuk itulah, betapa pentingnya kita benar-benar menyiapkan kondisi kita terutama pada saat kita masih berkecukupan untuk menyisihkan sebagian rezeki yang kita miliki untuk masa depan kita dan keluarga kita.

sumber : asuransijiwasyariah

No comments:

Post a Comment